Rabu, 16 April 2014

pengembangan kurikulum

G. Tingkat Dan Proses Pengembangan Kurikulum Pengembangan kurikulum menunjuk pada kegiatan yang menghasilkan kurikulum, yaitu penyusunan, pelaksanaan, penilaian, dan penyempurnaan kurikulum. Dengan demikian, maka pengembangan kurikulum dapat dikatakan sebagai desain, yaitu proses yang disengaja untuk memikirkan, merencanakan dan menyeleksi bagian, tehnik dan prosedur yang mengatur suatu tujuan atau usaha. Pengembangan kurikulum berbeda dengan pembinaan kurikulum. Konsep pembinaan mengacu pada upaya mempertahankan dan menyempurnakan kurikulum yang telah ada sehiingga dapat diperoleh hasil yang maksimal, sedangkan konsep pengembangan kurikulum merujuk pada segenap upaya untuk menghasilkan kurikulum. Tugas selanjutnya adalah melaksanakan kurikulum yang dibebankan pada pembinaan kurikulum. 1. Tingkat pengembangan Pengembangan kurikulum dapat dilakukan dengan kadar kecil dan sangat terbatas dan dapat pula secara meluas dan mendasar. Pengembangan kurikulum dapat berupa : a. Subtitusi dapat berupa pergantian suatu buku pelajaran dengan buku pelajaran yang lebih baik. b. Alterasi adalah penyempurnaan kurikulum c. Variasi adalah penerapan metode yang berhasil di suatu pendidikanlain untuk di jalankan di satuan pendidikan sendiri dengan meniadakan metode yhang lama. d. orientasi baru adalah bentuk penyempurnaan kurikulum melalui pemberian peran baru kepada pendidik dengan dukungan tenaga dan fasilitas baru. e. Restrukturisasi penyempurnaan yang berkaitan dengan penerapan nilai-nilai baru. 2. Prosedur Pengembangan Kurikulum Pada umumnya pendidik masih belum menyadari perannya sebagai pengembang kurikulum. Ini disebabkan kurikulum uniform dan sentralistik, yang mengatur bahkan sampai ke yang sekecil-kecilnhya apa-apa yang harus dilakukan oleh pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan dua macam pendekatan. Pertama, menyusun paket pelajaran sedemikian rupa sehingga pendidik hanya berperan sebagai pengatur distribusi bahan itu sesuai dengan kecepatan peserta didik. Kedua, meningkatkan mutu pendidik sehingga mampu menjalankan tugas dan memperbaiki kemampuannya yang dirasakan kurang atau lemah. Oleh karena itu bila ingin memperbaiki kurikulum satuan pendidikan sehingga hasilnya baik, harus mempertimbangkan kondisi objek satuan pendidikan, kebutuhan PD dan pendidik, masalah yang dihadapi satuan pendidikan, kompetensi pendidk, gejala social, serta perkembangan dan aliran yang dianut oleh kurikulum. a. Mengetahui tujuan perbaikan Hal pertama dalam proses pengembangan kurikulum ialah mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya ingin dicapai? Bagaimana cara mencapainya ?bagaimana melaksanakannya? Apa perlu dicari PBM baru? Sumber belajar apa yang diperlukan? Bagaimana mengkoordinasikan bahan? Bagimana menilainya? Serta bagiamana memanfaatkan balikannya ? ada kemungkinan tujuan harus diperjelas atau diubah. b. Mengenal keadaan satuan pendidikan Mengenal keadaan satuan pendidikan yang akan menggunakan kurikulum yang dihasilkan. Contoh kurang mnegenal potensi pendidik, sumber belajar yang tersedia dalam satuann pendidikan atau lingkungan,keadaan masyarakat lingkungan, sejarah perkembangan satuan pendidikan, kurikulum satuan pendidikan secara keseluruhan dll. c. Mempelajari kebutuhan PD dan pendidik Kurikulum disempurnakan karena adanya kesenjangan antara keadaan yang nyata dengan apa yang diharapkan oleh PD dan pendidik. Mengetahui kebutuhan PD dan pendidik merupakan titik tolak bagi usaha perbaikan. d. Mengenal masalah yang dihadapi satuan pendidikan. Pengembangan kurikulum hendaknya beranjak dari permasalahan yang jelas. Permasalahan dapat bersumber dari persoalan yang dihadapi pendidik dan pekerjaannya sehari-hari, misalnya metode mengajar , perbedaan individual PD dll. e. Mengenal kompetensi pendidik Kompetensi pendidik sebagai partisipan yang terlibat dalam pengembangan atau pembinaan kurikulum perlu diperhatikan dengan baik. Kompetensi pendidik itu berkaitan dengan pengetahuan mereka tentang seluk beluk peningkatan sebagai bahan diskusi, selanjutnya. f. Mengenal gejala social. Pengembangan kurikulum dapat pula dipicu oleh desakan dari dalam dan dari luar bidang pendidikan. Kepala satuan pendidikan menemukan pelbagai masalah yang dapat menghambat terwujudnya satuan pendidikan yang baik. H. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kurikulum adalah : 1. Relevansi Relevance atau relevan mempunyai arti whats is happening yakni kedekatan hubungan. Apabila dikaitkan dengan pendidikan antara program pendidikan dengan masyarakat harus memiliki keterkaitan yang erat sehingga hasil pendidikan yang diperolah dapat berguna bagi kehidupan PD di masyarakat. 2. Efektivitas Prinsip efektivitas adalah sejauh mana perencanaan kurikulum dapat dicapai sesuai dengan keinginan yang telah ditentukan yang dimana dapat ditinjau dari dua segi yaitu: a. Efektivitas mengajar pendidik Hal ini menyangkut sejauh mana jenis KBM yang diterapkan di dalam pelaksanaan kurikulum yang sedang diuji coba atau sedang dikembangkan atau dilaksanakan dengan baik oleh pendidik yang telah dipersiapkan dengan baik. b. Efektivitas belajar PD Menyangkut sejauh mana tujuan pelajaran yang diinginkan dapat dicapai melaui KBM yang diprogramkan di dalam kurikulum. 3. Efesiensi Prinsip efesiensi yang sering dikonotasikan dengan prinsip ekonomi, yang berbunyi : dengan modal, tenaga, dan waktu yang sekecil-kecilnya akan dicapi hasil yang memuaskan. Efesiensi suatu usaha pada dasarnya merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dan usaha yang telah dikeluarkan (input). Dalam bidan pendidikan, tentu saja sukar untuk membandingkan nilai hasil usaha dengan cara yang digambarkan tersebut. Sekalipun demikian dalam pengembangan kurikulum dan pendidikan pada umumnya prinsip efesiensi ini perlu sekali diperhatikan baik dari segi waktu, tenaga, peralatanyang tentunya akan mengahasilkan efesiensi dari segi biaya. 4. Kontinuitas Prinsip kesinambungan yang menunjuk pada adanya keterkaitan antara tingkat pendidikan, jenis dan program pendidikan, serta jurusan atau bidang study. Kesinambungan disini dimaksud adalah saling hubungan antara berbagai tingkat dan jenis program. a. Kesinambungan antara berbagai tingkat satuan pendidikan dalam menyusun kurikulum b. Kesinambungan antara berbagai bidang studi. Bahan yang diajarkan dalam berbagai bidang studi sering mempunyai hubungan satu sama lain. 5. Fleksibilitas ( keluwesan ) Ada semacam ruang gerak yang memberikan sedikit kebebasan didalam bertindak. Didalam kurikulum, fleksibilitas disini mencakup a. Fleksibilitas dalam memilih program pendidikan Dapat diwujudkan dalam bentuk pengadaan program pilih jurusan/ program spesialisasi ataupun program pendidikan keterampilan yang dapat dipilih oleh PD atas dasar kemampuan minat mereka. b. Fleksibilitas dalam mengembangkan program pembelajaran dapat diwujudkan antara lain dalam bentuk memberikan kesempatan kepada para pendidik untuk mengembangkan sendiri program pembelajaran dengan berpegang pada tujuan dan bahan pembelajaran dalam kurikulum yang masih bersifat umum. 6. Berorientasi tujuan Prinsip berorientasi tujuan berarti langkah awal sebelum memilih dan mengembangkan komponen kurikulum ialah menetapkan tujuan. Selanjutnya, pelbagai komponen kurikulum lainnya dipilih dan dikembangkan dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian isi atau bahan pelajaran, alokasi waktu, media/ sumber belajar, kegiatan pembelajaran, penilaian diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. I.Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum Pengembangan kurikulum satuan pendidikan tidak dapat terlepas dari pengaruh yang terdapat diperguruan tinggi, masyarakat, dan system nilai. 1. Perguruan tinggi Perguruan tinggi memberikan dua pengaruh terhadap kurikulum satuan pendidikan. Pertama, dari segi pengembangan ipteks yang dikembangkan diperguruan tinggi umum. Kedua, dari segi pengembangan ilmu pendidikan dan kependidikan serta penyiapan pendidik di LPTK. Penguasaan keilmuan, baik ilmu pendidikan maupun bidang studi sertamengajar dari pendidik, akan sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum, terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan kependidikan dari pendidik yang dihasilkannya. 2. Masyarakat. Satuan pendidikan merupakan bagian dari masyarakat yang diantaranya bertugas mempersiapkan PD untuk dapat hidup secara bermartabat di masyarakat. Sebagai bagian dari agen masyarakat, stuan pendidikan tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat ditempat satuan pendidikan tersebut berada. 3. System nilai Dalam kehidupan masyarakat terdapat system nilai: moral, keagamaan, social, budaya maupun nilai politis. J. Tahap-Tahap Pengembangan Kurikulum Dalam proses pengembangan kurikulum ada tiga tahap yang harus dilewati diantaranya : 1. Pengembangan Program Tingkat Lembaga Pengembangan program atau kurikulum pada tingkat lembaga mencakup tiga kegiatan pokok. a. Perumusan tujuan institusional Tujuan institusional di maksud adalah rumusan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diharapkan dan dimiliki PD setelah mereka menyelesaikan keseluruhan program pendidikan pada suatu lembaga pendidikan tertentu. Adapun sumber yang digunakan dalam merumuskan tujuan institusional secara lebih terarah serta cirri-ciri yang berlaku bagi tujuan institusional secara lebih terarah serta ciri-ciri yang berlaku bagi tujuan institusional tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Sumber yang digunakan Ada tiga sumber yang digunakan sebagai dasar dalam merumuskan tujuan institusional, yaitu (a) tujuan pendidikan nasional (b) harapan masyarakat (c) harapan satuan pendidikan yang lebih tinggi 2) Ciri-ciri tujuan institusional a) Kategori meliputi dua golongan (1) Tujuan Institusional umum Menggambarkan pengetahuan, keterampilan dan sikapyang bersifat umumyang perlu dimiliki oleh lulusan satuan pendidikan. (2) Tujuan Institusional khusus Merupakan penjabaran dari tujuan institusional umum, sekalipun rumusannya masih bersifat umum. b) Aspek yang dicakup Rumusan tujuan institusional suatu lembaga pendidikan biasanya mencakup aspek-aspek : pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diharapkan dimiliki ole PD setelah menyelesaikan pendidikan dilembaga tersebut. c) Tingkat Kekhususan Tujuan institusional sifatnya lebih khusus dari tujuan pendidikan nasional tetap belum sekhusus tujuan setiap bidang studi. b. Penetapan isi dan struktur program Dengan penetapan isi kurikulum di sini dimaksudkan adalah penetapan bidang studi yang akan diajarkan dalam kurikulum tersebut. c. Penyususnan strategi pelaksanaan kurikulum Atas dasar tujuan institusional, isi kurikulum dan struktur program yang telah ditetapkan, kini perlu disusun strategi pelaksaan kurikulum secara keseluruhan meliputi (1) melaksanakan pembelajaran/perkuliahan (2) melaksanakan penilaian (3) melaksanakan bimbingan dan penyuluhan dan melaksanakan administrasi dan supervise (pengawasan). 2. Pengembangan Program Setiap Bidang Studi. Pengembangan program tiap bidang studi dilaksanakan dengan menempuh langkah-langkah kegiatan sebagai berikut : a. Merumuskan standar kompetensi (SK) SK ini lebih khusus dari tujuan institusional dan sudah terbatas didalam suatu (satu bidang studi tertentu ), misalnya : (1) mengenal dan memahami hubungan timbale balik antara makhluk hidup dan benda mati dalam hubungannya dengan kehidupan manusia. (2) mampu menggunakan ide-ide yang fundamental tentang bilangan dan pengukuran bangun; (3) memiliki pengetahuan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menulis dalam bahasa Indonesia; (4) mengetahui dan mengenal Negara-negaratetangga. b. Merumuskan Kompetensi Dasar (KD) KD adalah rumusan pengetahuan keterampialan dan sikap yang merupakan perincian dan penjabaran SK sebagai dasar untuk menetapka bahan pembelajaran dalam setiap bidang studi. c. Menetapkan materi pokok dan sub materi pokok Atas dasar KD yang telah dirumuskan, ditetapkanlah materi pokok bahasan dan sub materi pokok untuk setiap bidang studi yang nantinya menjadi bahan pembelajaran. d. Menyusun garis-garis besar program pembelajaran (GBPP) (1) Atas dasar SK,KD dan materi pokok/ sub materi pokok bahasan maka dapat disusun garis-garis besar-besar program pembelajaran yang berisikan tujuan dan bahan pembelajaran. (2) Setelah GBPP setiap bidang studi selesai disusun, maka dibuatlah pedoman khusus untuk melaksanakan pembelajaran masing-masing bidang studi yang antara lain berisi uraian tentang pendekatan/strategi/metode mengajar yang digunakan, alat perlengkapan/media pembelajaran, cara menilai hasil-hasil yang dicapai dalam pembelajaran. 3. Pengembangan program pembelajaran di kelas Untuk mengembangkan program pembelajaran dikelas isi GBPP setiap bidang studi perlu diolah lagi untuk menentukan satuan-satuan bahan. Menetapkan materi/submateri pokok dari bahan pelajaran yang tercantum dalam GBPP dan waktu yang diperlukan menyelesaikan setiap satuan bahasan tersebut.

perencanaan Makro mikro dan messo dalam kebidanan dan pendidik

PERENCANAAN MAKRO Perencanaan makro adalah perencanaan yang menetapkan kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh, tujuan yang ingin dicapai dan cara-cara mencapai tujuan itu pada tingkat nasional. Rencana pembangunan nasional dewasa ini meliputi rencana dalam bidang ekonomi dan social. Dipandang dari sudut perencanaan makro, tujuan yang harus dicapai Negara (khususnya dalam bidang peningkatan SDM) adalah pengembangan system pendidikan untuk menghasilkan tenaga pembangunan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Secara kuantitatif pendidikan harus menghasilkan tenaga yang cukup banyak sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Sedangkan secara kualitatif harus dapat menghasilkan tenaga pembangunan yang terampil sesuai dengan bidangnya dan memiliki jiwa pancasila. Secara garis besar sesuai dengan pengertian perencanaan makro yang telah dijabarkan diatas maka saya dapat membuat contoh perencanaan seperti penurunan Angka status gizi buruk pada tingkat nasional yang salah satu rencana dari pemerintah pusat. Jika di hubungkan dengan profesi bidan dan pendidik dapat ditinjau lagi bahwasanya masalah status gizi di sini adalah tujuan bersama untuk menurunkan angka status gizi buruk tersebut. Dimana bidan disini sebagai penggerak dari sumber manusia yang digerakkan pemerintah untuk menanggulangi masalah tersebut yang bisa berakibat fatal bagi anak-anak kurang gizi pada umumnya. Bidan dapat bekerja sama dengan organisasi-organisasi kesehatan untuk melakukan penyuluhan pada daerah yang dominan dengan status gizi buruk yang selalu meningkat setiap tahunnya. Selain melakukan penyuluhan atau survey langsung pada lapangan bidan juga dapat melakukan tindakan-tindakan kecil misalnya bidan bisa bekerjasama dengan dinas pertanian dalam penyediaan sandang dan pangan pada masyarakat kurang mampu. Kemudian bidan juga dapat melakukan pendekatan kepada orangtua tentang status gizi yang baik. Sedangkan jika kita menghubungkan perencanaan makro sesuai dengan contoh tersebut dalam segi pendidikan adalah bagaimana pendidik mampu menanggulangi secara teori atau yang bersifat ilmiah. Misalnya pendidik melakukan riset atau penelitian tentang peningkatan status gizi buruk di Indonesia semakin meningkat yang mungkin ada daerah yang kurang dilirik oleh pemerintah sehingga dalam penelitian tersebut kita bisa mengekspose untuk lebih ditanggulangi lebih baik lagi. Bidan pendidik juga bisa melakukan penjelasan tentang pencegahan status gizi buruk dalam ruang lingkup kelas, yang diharapkan peserta didik mampu menjelaskan kepada masyarakat nantinya tentang dampak dari status gizi buruk tersebut. PERENCANAAN MESSO Perencanaan meso adalah penjabaran kebijaksanaan yang telah ditetapkan pada tingkat makro ke dalam program-program berskala kecil. kemudian dijabarkan kedalam program-program yang bersekala kecil.pada tingkatamnya perencanaan sudah lebih bersifat operasional disesuaikan dengan depertemen dan unit-unit. Seperti telah dikemukakan dari contoh diatas pada perencanaan makro dengan perencanaan yang lebih luas lagi yang berfokus pada tujuan pemerintah pada umumnya yaitu untuk menurunkan angka status gizi buruk di Indonesia. Dari penjabaran tersebut kita bisa membuat program-program kecil untuk mencapai tujuan makro tersebut, misalnya kita bisa membuat unit-unit pelayanan kesehatan untuk melibatkan tenaga medis yang dalam hal ini adalah bidan desa atau organisasi IBI Ranting daerah dalam setiap unit-unit kesehatan yang infrastrukturnya merata disetiap pelosok daerah di Indonesia. Yang dapat diharapkan dan diarahkan lagi bahwasanya bidan desanya harus lebih memberi perhatian bukan hanya pada penurunan morbiditas dan mortalitas ibu dan anak saja, tapi dalam hal ini status gizi pada masyarakat atau lingkungan tempat bidan tersebut berpijak harus lebih diperhatikan lagi. Kegiatan penyuluhan serta pengevaluasian dari hasil program kerja ini lebih diaktifkan lagi. Unit-unit pelayanan kesehatan lebih digerakkan lagi dengan program-program kerja yang lebih meluas berfokus pada permasalahan masyarakat misalnya dalam status gizi buruk. maka diharapkan perencanaan-perencanaan atau program-program kecil yang telah dibuat dapat dicapai. Ditinjau lagi dari peran pendidik,hubungan perencanaan messo yang telah dikemukakan contohnya diatas dengan profesi saya sebagai calon pendidik. Pendidik dalam hal ini adalah pelaksana atau pengembang kurikulum yang pada dasarnya pendidik berfokus pada apa yang dibutuhkan masyarakat atau peserta didik. Dalam perencanaan messo pendidik dapat mengembangkan kurikulum dengan membuat program-program yang nantinya program tersebut akan dilaksanakan atau diaplikasikan dilapangan. Pada perencanaan yang dingin dicapai adalah menurunkan angka status gizi buruk di Indonesia pendidik bisa melakukan pendekatan dengan melakukan loby atau pendekatan kepada instansi-instanis seperti dinas pertanian serta instansi lainnya yang terkait dalam masalah tersebut untuk bekerja sama dengan bidan pada khususnya dalam menurunkan angka status gizi buruk di Indonesia. PERENCANAAN MIKRO Perencanaan mikro diartikan sebagai perencanaan pada tingkat instituisional dan merupakan penjabaran dari perencanaan tingkat messo dari lembaga mendapatkan perhatian, namun tidak boleh bertentangan dengan apa yang telah ditetapkan dalam perencanaan makro ataupun messo. Sesuai dengan apa yang telah dikemukakan pengertian mikro diatas bahwasanya perencanaan-perencanaan yang telah dikemukakan dari perencanaan makro dan messo dijabarkan lagi dalam bentuk pengaplikasian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan penjabaran tersebut tidak dapat bertentangan dengan perencanaan makro dan messo. Dari contoh perencanaan makro dan messo masalah menurunkan angka status gizi buruk di Indonesia maka saya sebagai bidan dapat membuat perencanaan makro dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan pada unit-unit sederhana seperti polindes atau poskesdes dan menjalankan program kerja yang telah disusun. Jika ditelaah dan dihubungkan lagi dengan profesi sebagai bidan pendidik maka kita dapat menyusun dengan sub-sub materi pokok bahasan untuk membahas lebih jelas lagi mengenai pencegahan status gizi buruk dimasyarakat. Jadi bidan pendidik disini dia lebih berperan pada pengetahuan sesuai dengan teori-teori yang ada untuk tingkat pencegahan dan penanganannya serta perkembangan kurikulum untuk peserta didik yang diharapkan dapat diaplikasikan nantinya dalam masyarakat dimana peserta didik nantinya sebagai calon bidan masa depan sedang bidan dalam artian penyuluhan untuk menurunkan dan mencegah status giizi buruk yang terjadi dimasyarakat dengan menggerakkan kembali poskesdes atau polindes yang awalnya berperan dalam penurunan morbiditas dan mortalitas pada ibu dan anak sekarang diarahkan lagi dalam program pemerintah penurunan angka status gizi buruk di Indonesia dengan menggerakkan berbagai organisasi demi tercapainya tujuan dari perencanaan tersebut.

Selasa, 03 September 2013

celoteh hujan pada malam

Kala malam bersihkan wajahnya dari bintangbintang, Lalu arakkan awan gemawan menyamakan warna Dan turunkan setetes air langit dari tubuhnya Tetestetes itu serupa tangisan dewadewa hujan Ada luka yang menganga disetiap bulirnya Petir semakin memperjelas teriakan kemuakan hujan Para serdadu itu muak dengan sumpah serapah Saban hari kemarin, kemarinnya, kemarinnya lagi, dan kemarin kemarin kemarinnya lagi dan lagi, Hujan selalu dijadikan tersangka Duduk dipesakitan sebagai terdakwa Dituduh sebagai biang penunda, penyebab kebanjiran dan kemacetan Dimata mereka, tak ada keindahan pada hujan Hanya pelangi berjuta warna yang mereka puja bak dewa Neptunus Mereka tak pernah sadar, hujanlah yang melahirkan pelangi Pelangi bagian dari persembahan hujan Yang mereka lihat hanya keciprak air di jalan yang berlubang, Desah yang memecah ketenangan, Duet bersama selokan yang meluap, Semilir angin yang mengalunkan gigil Mereka tak sadar dengan pemberitahuan hujan tentang bumi yang sudah sakit, Tentang langit yang sudah terasa pahit Mereka tak pernah mau pedulikan bahwa hujanlah yang menciptakan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu di langit Hujanlah yang mempersatukan mereka menjadi semburat pelangi Melengkung menawan, Membentuk senyuman manis dilangit yang membiru Malam.. Hanya malamlah yang sudi mendengarkan celoteh hujan tanpa bintang

Selasa, 20 November 2012

kau,,,

Kemarin ku dengar kau ucap kata cinta

Seolah dunia bagai dimusim semi

Kau datang padaku membawa luka lama

Ku tak ingin seolah semua seperti dulu

Tak ingin lagi rasanya ku bercinta

Setelah ku rasa perih

Kegagalan ini membuat ku tak berdaya

Tak dapat lagi rasanya ku tersenyum

Setelah kau tinggal pergi

Biar ku sendiri tanpa hadirmu kini lagi

Kau wanita terindah

Yang pernah kutaklukkan 

Kau kenapa kau pergi Kenapa kau pergi 

Kau wanita terhebat 

Yang pernah memelukku 

Kau kenapa kau pergi Kenapa kau pergi 

Kau wanita termegah 

Yang pernah kudapatkan 

Kau kemana kau pergi Kemana kau pergi 

Semoga kau temukan apa yang kau cari 

Yang tak kau dapatkan dari aku 


Helai udara disekitarku Senandung lirih namamu 

Kemana pun kau akan melangkah Aku yang selalu mengenangmu 

Kemana pun kau akan melangkah Aku yang selalu mengenangmu

Jumat, 02 November 2012

kisah itu

Lewat jalinan kasih,,kulontarkan kata maaf padamu bila lisan tak bertullang ini menyakitimu.. tangisan hati memecah heningnya cakrawala malam ini.. lewat candaan sanggasana memasuki alam pikiranku terbayang kisah dipelukan sang senja. Sujud tangis yg tak kunjung reda tak ingin memisahkan nyawa yang telah menyatu lewat sela-sela jari. Akankah semua berakhir, engkau penopang ku ketika rapuh tapi sadarkah kau engkau menjatuhkanku ketika mimpi ingin ku genggam,, Aku memang seorang pemimpi ini hidupku,, ini duniaku akankah kau menghancurkan mimpi dan hidupku ketika itu sudah menjadi pilihanku,, SABAR..SABAR..SABAR.. itu yang menjadi penyemangat kalbuku ketika langit tak lagi bersahabat denganku ketika HUJATAN lewat genangan air membasahi tubuh,,yah tubuh yang ia basahi tapi sadarkah KAU hati yang rapuLah yang ku lukai lewad halilintar sembiluMu menyambar meluluhlantahkan istana impianku,, semuanya REDUP tak ingin lagi aku BERMIMPI semuanya karenaMu.. Yah berharap akan esok lebih indah entah itu esoknya kapan,,ayolah gadis pemimpi Jangan rusak wajahMu lewat air mata yg pantas untuknya,,