Selasa, 03 September 2013

celoteh hujan pada malam

Kala malam bersihkan wajahnya dari bintangbintang, Lalu arakkan awan gemawan menyamakan warna Dan turunkan setetes air langit dari tubuhnya Tetestetes itu serupa tangisan dewadewa hujan Ada luka yang menganga disetiap bulirnya Petir semakin memperjelas teriakan kemuakan hujan Para serdadu itu muak dengan sumpah serapah Saban hari kemarin, kemarinnya, kemarinnya lagi, dan kemarin kemarin kemarinnya lagi dan lagi, Hujan selalu dijadikan tersangka Duduk dipesakitan sebagai terdakwa Dituduh sebagai biang penunda, penyebab kebanjiran dan kemacetan Dimata mereka, tak ada keindahan pada hujan Hanya pelangi berjuta warna yang mereka puja bak dewa Neptunus Mereka tak pernah sadar, hujanlah yang melahirkan pelangi Pelangi bagian dari persembahan hujan Yang mereka lihat hanya keciprak air di jalan yang berlubang, Desah yang memecah ketenangan, Duet bersama selokan yang meluap, Semilir angin yang mengalunkan gigil Mereka tak sadar dengan pemberitahuan hujan tentang bumi yang sudah sakit, Tentang langit yang sudah terasa pahit Mereka tak pernah mau pedulikan bahwa hujanlah yang menciptakan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu di langit Hujanlah yang mempersatukan mereka menjadi semburat pelangi Melengkung menawan, Membentuk senyuman manis dilangit yang membiru Malam.. Hanya malamlah yang sudi mendengarkan celoteh hujan tanpa bintang

Selasa, 20 November 2012

kau,,,

Kemarin ku dengar kau ucap kata cinta

Seolah dunia bagai dimusim semi

Kau datang padaku membawa luka lama

Ku tak ingin seolah semua seperti dulu

Tak ingin lagi rasanya ku bercinta

Setelah ku rasa perih

Kegagalan ini membuat ku tak berdaya

Tak dapat lagi rasanya ku tersenyum

Setelah kau tinggal pergi

Biar ku sendiri tanpa hadirmu kini lagi

Kau wanita terindah

Yang pernah kutaklukkan 

Kau kenapa kau pergi Kenapa kau pergi 

Kau wanita terhebat 

Yang pernah memelukku 

Kau kenapa kau pergi Kenapa kau pergi 

Kau wanita termegah 

Yang pernah kudapatkan 

Kau kemana kau pergi Kemana kau pergi 

Semoga kau temukan apa yang kau cari 

Yang tak kau dapatkan dari aku 


Helai udara disekitarku Senandung lirih namamu 

Kemana pun kau akan melangkah Aku yang selalu mengenangmu 

Kemana pun kau akan melangkah Aku yang selalu mengenangmu

Jumat, 02 November 2012

kisah itu

Lewat jalinan kasih,,kulontarkan kata maaf padamu bila lisan tak bertullang ini menyakitimu.. tangisan hati memecah heningnya cakrawala malam ini.. lewat candaan sanggasana memasuki alam pikiranku terbayang kisah dipelukan sang senja. Sujud tangis yg tak kunjung reda tak ingin memisahkan nyawa yang telah menyatu lewat sela-sela jari. Akankah semua berakhir, engkau penopang ku ketika rapuh tapi sadarkah kau engkau menjatuhkanku ketika mimpi ingin ku genggam,, Aku memang seorang pemimpi ini hidupku,, ini duniaku akankah kau menghancurkan mimpi dan hidupku ketika itu sudah menjadi pilihanku,, SABAR..SABAR..SABAR.. itu yang menjadi penyemangat kalbuku ketika langit tak lagi bersahabat denganku ketika HUJATAN lewat genangan air membasahi tubuh,,yah tubuh yang ia basahi tapi sadarkah KAU hati yang rapuLah yang ku lukai lewad halilintar sembiluMu menyambar meluluhlantahkan istana impianku,, semuanya REDUP tak ingin lagi aku BERMIMPI semuanya karenaMu.. Yah berharap akan esok lebih indah entah itu esoknya kapan,,ayolah gadis pemimpi Jangan rusak wajahMu lewat air mata yg pantas untuknya,,

Kamis, 11 Oktober 2012

standar pelayanan ANC

STANDAR PELAYANAN ANTENATAL 
Tujuan Mengenali dan memotivasi ibu hamil untuk memeriksa kehamilannya. Proses Bidan harus : 1. Melakukan kunjungan rumah dan penyuluhan masarakat secara teratur untuk menjelaskan tujuan pemeriksaan kehamilan kepada ibu hamil, suami, keluarga maupun masyarakat. 2. Bersama kader kesehatan mendata ibu hamil serta memotivasinya agar memeriksakan kehamilannya sejak dini (segera setelah terlambat haid atau diduga hamil). 3. Melalui komunikasi dua arah dengan beberapa kelompok kecil masyarakat, dibahas manfaat pemeriksaan kehamilan. Ajak mereka memanfaatkan pelayanan KIA terdekat atau sarana kesehatan lainnya untuk memeriksakan kehamilan. 4. Melalui komunikasi dua arah dengan pamong, tokoh masyarakat, ibu, suami, keluarga, dan dukun bayi jelaskan prosedur pemeriksaan kehamilan yang diberikan. Hal tersebut akan mengurangi keraguan mereka tentang apa yang terjadi pada saat pemeriksaan antenatal dan mempromosikan kehadiran ibu untuk pemeriksaan antenatal. 5. Tekankan bahwa tujuan pemeriksaan kehamilan adalah ibu dan bayi yang sehat pada akhir kehamilan. Agar tujuan tersebut tercapai, pemeriksaan kehamilan harus segera dilaksanakan begitu diduga terjadi kehamilan, dan dilaksanakan terus secara berkala selama kehamilan. Ibu harus melakukan pemeriksaan antenatal paling sedikit 4 kali. Satu kali kunjungan pada trimester pertama, satu kali kunjungan pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga. 6. Berikan penjelasan kepada seluruh ibu tentang kehamilan, dan fungsi tubuhnya. Tekankan perlunya ibu mengerti bagaimana tubunya berfungsi. (wanita harus memperhatikan siklus haidnya. Mengetahui dan memeriksakan diri bila terjadi keterlambatan atau haid kurang dari biasanya ). 7. Bimbingan kader untuk mendata/mencatat semua ibu hamil tersebut tidak memeriksakan diri, dan jelaskan manfaat pemeriksaan kehamilan. 8. Perhatikan ibu bersalin ang tidak pernah memeriksakan kehamilannya. Lakukan kunjungan rumah, pelajari alasannya. Berikan penyuluhan dan konseling yang sesuai untuk kehamilan berikutnya, keluarga berencana dan penjarangan kelahiran. 9. Jelaskan dan tingkatkan penggunaan KMS ibu hamil/Buku KIA dan kartu ibu.

standar pelayanan ANC

STANDAR PELAYANAN ANTENATAL 
Tujuan Mengenali dan memotivasi ibu hamil untuk memeriksa kehamilannya. Proses Bidan harus : 1. Melakukan kunjungan rumah dan penyuluhan masarakat secara teratur untuk menjelaskan tujuan pemeriksaan kehamilan kepada ibu hamil, suami, keluarga maupun masyarakat. 2. Bersama kader kesehatan mendata ibu hamil serta memotivasinya agar memeriksakan kehamilannya sejak dini (segera setelah terlambat haid atau diduga hamil). 3. Melalui komunikasi dua arah dengan beberapa kelompok kecil masyarakat, dibahas manfaat pemeriksaan kehamilan. Ajak mereka memanfaatkan pelayanan KIA terdekat atau sarana kesehatan lainnya untuk memeriksakan kehamilan. 4. Melalui komunikasi dua arah dengan pamong, tokoh masyarakat, ibu, suami, keluarga, dan dukun bayi jelaskan prosedur pemeriksaan kehamilan yang diberikan. Hal tersebut akan mengurangi keraguan mereka tentang apa yang terjadi pada saat pemeriksaan antenatal dan mempromosikan kehadiran ibu untuk pemeriksaan antenatal. 5. Tekankan bahwa tujuan pemeriksaan kehamilan adalah ibu dan bayi yang sehat pada akhir kehamilan. Agar tujuan tersebut tercapai, pemeriksaan kehamilan harus segera dilaksanakan begitu diduga terjadi kehamilan, dan dilaksanakan terus secara berkala selama kehamilan. Ibu harus melakukan pemeriksaan antenatal paling sedikit 4 kali. Satu kali kunjungan pada trimester pertama, satu kali kunjungan pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga. 6. Berikan penjelasan kepada seluruh ibu tentang kehamilan, dan fungsi tubuhnya. Tekankan perlunya ibu mengerti bagaimana tubunya berfungsi. (wanita harus memperhatikan siklus haidnya. Mengetahui dan memeriksakan diri bila terjadi keterlambatan atau haid kurang dari biasanya ). 7. Bimbingan kader untuk mendata/mencatat semua ibu hamil tersebut tidak memeriksakan diri, dan jelaskan manfaat pemeriksaan kehamilan. 8. Perhatikan ibu bersalin ang tidak pernah memeriksakan kehamilannya. Lakukan kunjungan rumah, pelajari alasannya. Berikan penyuluhan dan konseling yang sesuai untuk kehamilan berikutnya, keluarga berencana dan penjarangan kelahiran. 9. Jelaskan dan tingkatkan penggunaan KMS ibu hamil/Buku KIA dan kartu ibu.